Pentingnya Sirkulasi Udara Dalam Rumah

Bukalah jendela rumah sesering mungkin agar terjadi pertukaran udara dengan lingkungan luar, karena jika tidak, kadar polutan dan partikel dalam rumah umumnya akan meningkat mencapai tiga sampai empat kali lipat. Apabila tidak mengeluarkan udara kotor tesebut dari dalam rumah, anda berpartisipasi untuk terus meningkatkan jumlah polutan dalam rumah.

Kualitas udara dalam ruang sering hanya berputar-putar di dalam rumah karena rumah tersebut dibangun dengan sistem kedap udara dan kita memilih menggunakan produk kimia untuk menyegarkan udara, membersihkan rumah dan mengganti perabotan. Perlu anda ingat, bau "udara bersih" yang Anda sukai sering ditimbulkan oleh senyawa kimia yang digunakan untuk menutupi senyawa kimia lain. Selain itu beberapa dari kita memiliki alergi terhadap wewangian tertentu.


Sebuah rumah tinggal yang nyaman dihuni tentunya harus memenuhi tingkat kenyamanan tertentu pada berbagai aspek, diantaranya aspek pencahayaan, psikis, termal, dan pengudaraan. Sistem pengudaraan pada rumah tinggal merupakan salah satu elemen yang penting dan perlu dipahami dalam tahap perencanaan rumah tinggal. Khususnya pada daerah khatulistiwa beriklim tropis, sirkulasi udara di dalam rumah menjadi sangat penting dan perlu dirancang sehingga dapat 'bernafas' dan menjadi nyaman untuk ditinggali.Untuk dapat membuat rumah dapat 'bernafas', tentunya perencanaan sistem pengudaraan perlu ditentukan terlebih dahulu pada tahap perencanaan. Sistem pengudaraan yang baik dapat menciptakan pertukaran udara di dalam rumah yang selalu berjalan, dan membuat udara di dalam rumah menjadi selalu baru, sehingga rumah menjadi tidak lembap dan sumpek melainkan ruangan akan tetap selalu segar dan menyehatkan. Dewasa ini banyak strategi dan aplikasi teknik serta ide untuk dapat menciptakan pertukaran udara tersebut di dalam rumah.


Sistem sirkulasi udara pada bangunan rumah tinggal biasanya didapatkan melalui ventilasi atau lubang angin untuk ruangan diwilayah terluar bangunan menggunakan ventilasi untuk mengalirkan udara, sementara untuk ruangan yang posisinya ditengah bangunan bisa menggunakan channel penangkap angin, atau biasa disebut saluran penangkap angin atau menara penangkap angin. Untuk membuat udara bisa mengalir alami biasanya lubang ventilasi dibuat pada dua buah bidang dinding. Perbedaan tekanan didalam dan diluar bangunan akan membantu udara mengalir dari ventilasi bidang dinding yang satu menuju vetilasi pada bidang dinding yang lain. Jumlah ventilasi udara pada bangunan (rumah) harus cukup untuk mendukung proses sirkulasi udara, mengalirkan udara segar dari luar kedalam ruangan.


Secara umum, sistem pengudaraan di dalam rumah dapat dibagi menjadi sistem pengudaraan alami dan buatan. Sistem pengudaraan alami merupakan strategi yang mendasar dalam perencanaan rumah tinggal. Prinsip dasar dari sistem ini mengutamakan desain rumah dimana pertukaran udara yang dapat terjadi secara terus menerus dengan udara luar tanpa sarana dan bantuan manusia secara spesifik. Hal ini dapat dicapai dengan terlebih dahulu melakukan analisa arah angin yang melalui lahan rumah secara umum. Kemudian hasil analisa tersebut dituangkan dan diterapkan dalam bentuk arsitektural bangunan. Penerapan ini dilakukan dengan penentuan bukaan-bukaan pada ruangan di dalam rumah yang kemudian menjadi sarana utama bagi angin untuk dapat masuk ke dalam rumah. Sebuah karya arsitektur tropis dapat dikatakan berhasil, salah satunya adalah apabila karya tersebut mampu memberikan ruang bagi udara untuk bertukar dengan bebas dengan udara luas, sehingga kualitas ruangan di dalam ruang dapat selalu berganti. [Source Image : alodokter.com; Source Article : PRM 5/4/2015]
Previous
Next Post »

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment