IBX59ED8B2FED208 Docang, Hidangan Favorit Sunan Gunung Jati - Jendela Informasi

Docang, Hidangan Favorit Sunan Gunung Jati

Jendela Informasi - Sebagai kota budaya dan sejarah sehingga dinobatkan sebagai kota pusaka, Kota Cirebon bukan hanya kaya akan peninggalan sejarah dan budaya, tetapi juga kaya akan ragam makanan khasnya. Mulai dari yang berkuah sampai yang tanpa kuah. Mulai dari yang berbahan bakusayur sampai daging yang tinggi kolesterol, dari yang dijajakan hanya pagi hari sampai yang hanya keluar saat malam hari. Semua lengkap bisa dijumpai di Kota Cirebon.

Baik Kota maupun Kabupaten Cirebon memiliki makanan khas yang sama, yakni nasi jamblang, empal gentong, nasi lengko, docang, dan tahu gejrot. Salah satu kuliner khas Cirebon yang tidak akan bisa dijumpai di tempat lain adalah docang. Docang, konon, hidangan favorit yang disajikan Sunan Gunung Jati kepada para wali saat berkunjung ke Cirebon. Sunan Gunung Jati, selain menyebarkan agama Islam, juga penguasa di Kesultanan Cirebon pada Abad XVI.


Kebiasaan wong Cirebon, docang menjadi menu sarapan yang sungguh menggugah selera dan tentunya diharapkan menggugah semangat bekerja. Oleh karena itu, docang bisa ditemukan di sejumlah lokasi di Kota Cirebon, tetapi hanya pada pagi hari, sampai pukul 9.00.
Docang semacam sayur berbahan dasar daun singkong dan tauge matang ditambah parutan kelapa yang ditambahkan kuah yang sudah dibumbui bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, kemiri, sereh, salam, garam dan gula. Satu bahan yang membedakan rasa docang penjual yang satu dengan lainnya adalah campuran dage yang dihaluskan bersama bumbu. Dage yang paling enak digunakan sebagai campuran bumbu adalah dage bungkil. Ada juga yang menggunakan dage gembus, tetapi kurang enak.

Docang selalu disantap bersama lontong. Sebelum potongan lontong disiram kuah, di atas lontong diberi daung singkong matang yang sudah dipotong-potong, tauge matang, dan parutan kelapa. Di atas semua sajian itu, ditambahkan kerupuk docang dalam porsi banyak. Kerupuk docang menjadi tambahan penting yang tidak boleh dilupakan. Setelah itu barulah kuah docang panas-panas disiramkan di atasnya. Docang lebih sedap disantap dalam kondisi hangat.
Baca juga : 4 Minuman Khas Sulawesi Yang Segar
Bagi penggemar kuliner yang baru pertama kali mencicipi docang, rasanya memang terasa sedikit aneh. Campuran dage dalam bumbu docang memberikan sensasi tersendiri. Desainer kondang Adjie Notonegoro adalah salah seorang dari sekian banyak wisatawan yang menggemari docang. Meskipun baru pertama kali mencoba dan merasa sedikit aneh, Adjie mengaku selalu kangen dengan kuliner Cirebon. [Sumber : PR15092014]

0 Response to "Docang, Hidangan Favorit Sunan Gunung Jati"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif. Terima kasih.