IBX59ED8B2FED208 5 Bangunan Tahan Gempa di Dunia, Sudahkah Indonesia Memilikinya? - Jendela Informasi
Loading...

5 Bangunan Tahan Gempa di Dunia, Sudahkah Indonesia Memilikinya?

Jendela Informasi - Beberapa waktu terakhir pergerakan lempeng yang kuat terjadi di Indonesia. Daerah seperti Lombok, Palu, dan Banyuwangi sempat mengalami kejadian gempa bumi karena pergerakan lempeng tersebut.

Dikategorikan bencana alam, gempa bumi merupakan peristiwa alamiah lantaran Indonesia berada di area dengan potensi seismik besar. Sudah semestinya, orang Indonesia hidup berdampingan dengan gempa bumi sehingga mampu mempersiapkan diri terhadap guncangan gempa bumi.

Gempa bumi adalah peristiwa alam pada lempeng bumi berupa guncangan dan termasuk memiliki kekuatan merusak paling kuat. Struktur bangunan dan infrastruktur paling terkena dampak saat gempa bumi kuat terjadi.

Oleh karena itu, saat hendak membangun struktur bangunan, hendaknya memperhatikan area seismik terutama jika hendak membangun gedung pencakar langit. Laman Interesting Engineering membahas struktur tahan gempa dengan mencontohkan lima bangunan dengan struktur unik.

Bagi para insinyur, merancang struktur bangunan di area berpotensi gempa menjadi tantangan tertentu. Harus dipahami terlebih dahulu bagaimana gempa bumi bisa terjadi.

Semua orang sudah mengenal keberadaan lempeng tektonik dan bagaimana pengaruhnya pada pergerakan kerak bumi. Gempa terjadi ketika lempeng tektonik tersebut bertumbukan (berbenturan) satu sama lain sehingga memproduksi magnitude energi yang besar. Kemudian besaran energi ini dapat diukur dengan skala yang disebut Richter atau yang termutakhir dengan cara mengukur momen (Moment Magnitude atau Mw).

Berikut lima bangunan tahan gempa di dunia dengan struktur bangunan terbaik dan unik.

1. Sabiha Gokcen International Airport


Sabiha Gokcen adalah satu dari dua bandara internasional di Istanbul, Turki. Terletak di dekat patahan North Anatolian. Bandara itu dirancang oleh perusahaan teknik Ove Arup yang memiliki 300 sistem isolator dasar. Saat terjadi gempa, sistem ini dapat bertahan maksimum hingga 8.0 Mw. Isolator dasar ini dapat mengurangi beban seismik lateral 80% yang menjadikannya salah satu struktur terisolasi seismik terbesar di dunia.

2. Transamerica Pyramid


The Transamerica Pyramid adalah struktur ikonik 1970-an yang digagas oleh California City, San Fransisco. Bangunan itu terletak di samping sesar San Andreas dan patahan Hayward. Pada 1989, gempa Loma Prieta mengguncang dengan kekuatan 6.9 Mw yang menyebabkan sisi atas bangunan bergoyang, nyaris satu kaki dari sisi ke sisi selama lebih dari tiga menit. Meski demikian, bangunan tetap berdiri dan tidak rusak.

Ketahanan gempa pada struktur bangunan ini bisa ditujukan pada fondasi baja dan beton sedalam 52 kaki (sekira 16 meter) yang dirancang untuk dapat bergerak bebas saat terkena beban seismik. Pembebanan vertikal dan horizontal didukung oleh sistem rangka unik di atas lantai pertama dengan bingkai interior memanjang hingga lantai 45.

Kombinasi yang kompleks dari struktur ini membuat bangunan tahan gerakan torsional dan memungkinkan gaya geser pada fondasi horizontal untuk diserap.

3. Burj Khalifa


Salah satu bangunan tertinggi di dunia ini juga memiliki struktur tahan gempa. Struktur bangunannya terdiri atas lantai mekanis. Dinding outigger menghubungkan kolom perimeter ke dinding interior. Dengan cara ini, kolom perimeter akan mampu mendukung ketahanan lateral struktur dan kolom yang vertikal juga dapat membantu membawa beban gravitasi.

Hasilnya, Burj Khalifa sangat kaku secara lateral dan arah torsional. Sebuah sistem yang kompleks pada fondasi dan desain dasar dibuat dengan melakukan studi seismik dan geoteknik ekstensif. Hal itu membuat struktur gedung pencakar langit ini kuat terhadap guncangan gempa bumi.

4. Taipei 101


Gedung ini mungkin salah satu pencakar langit super yang paling memesona di dunia. Desain arsitektur eksteriornya dirancang oleh CY Lee yang terinspirasi mentalitas orang Asia we climb in order to see further. 

Di luar sisi arsitekturalnya, Taipei 101 merupakan bangunan yang menampung peredam massa (tuned mass damper/ TMD) terbesar di dunia. Gedung ini pada dasarnya sebuah bola logam raksasa yang melawan beban transien besar seperti angin dan gempa bumi untuk mengurangi guncangan pada menara yang supertinggi. Sistem TMD pada Taipei 101 terletak antara lantai 87 hingga 92.

TMD didukung oleh lengan damper hidrolik dan sistem bumper yang berfungsi sama seperti peredam guncangan pada mobil. Ketika kekuatan besar menerpa menara, TMD lantas bergoyang ke arah sebaliknya, membawa seluruh bangunan dalam keseimbangan dengan meredam gaya transien menggunakan masa bola. Menakjubkan bukan?

5. Philippine Arena


Philippine Arena merupakan gelanggang dengan kubah terbesar di dunia serta memiliki struktur tahan gempa yang paling luar biasa. Dimiliki kelompok Iglesia Ni Cristo (INC) yang menyediakan 55.000 kapasitas tempat duduk untuk ulang tahun ke-100 mereka pada Juli 2014. Arena ini juga menjadi pusat dari zona perusahaan pariwisata yang disebut Ciudad De Victoria di Bulacan, Filipina.

Arena ini dirancang oleh firma arsitektur dari Australia, Populous, dan perusahaan rekayasa elite Buro Happold. Filipina, sebagaimana Indonesia, berada pada lempeng yang terus aktif bergerak sehingga peristiwa gempa bumi acap terjadi. 

Philippine Arena memiliki atap yang luas membentang 165 meter. Direkayasa agar dapat menahan beban transien berat seperti gempa bumi, angin, dan topan. Selama guncangan gempa, beban lateral yang dihasilkan seluruh struktur dapat mencapai 40% dari massanya.

Buro Happold dengan cerdik mengakalinya dengan desain dasar independen untuk seluruh struktur yang berarti bahwa badan struktural utama arena terisolasi dari basis dan fondasinya. Kesenjangan antara struktur utama dan sistem fondasi dasar terdiri atas bantalan karet timbal (Lead Rubber Bearrings/LRB) yang merupakan susunan bahan yang fleksibel dengan sifat disipasi ejhergi yang tinggi. [Sumber: PRM 21/10/2018]